Posts Tagged ‘Suzuki sprinter’

Suzuki RC80, RC100 dan RC100 Sprinter

Juli 19, 2009

RC100

RC80 & RC100

RC80 (1982-1986)
Type pertama yang dikeluarkan oleh Suzuki Indonesia adalah Suzuki RC80. Pada era itu, sebagian besar komponen masih diimpor dari Jepang. Suzuki RC80 berhadapan langsung dengan kompetitor dua tak lainnya pada saat itu yakni Yamaha V80 (robot). Keunggulan motor Suzuki ini ditandai dengan tenaga yang sangat besar, mekanisme perpindahan gigi yang lebih halus, dan stabilitas pengemudian yang sangat baik jika dibandingkan dengan Yamaha Robot. Kelemahan utama jenis ini adalah masalah borosnya konsumsi BBM dan Oli samping jika dibandingkan dengan kompetitor tunggalnya tersebut.

Suzuki RC Sprinter 100

Suzuki RC Sprinter 100

RC100 dan RC100 Sprinter (1987-2002)

Suzuki RC100 adalah generasi kedua Suzuki RC yang beredar di Indonesia. Seiring dengan regenerasi yang dilakukan oleh Yamaha dengan mengeluarkan seri V100E (Yamaha Alfa), Suzuki pun merilis type RC100. Sesuai namanya, kapasitas motor dua tak ini adalah 100cc (atau 99cc tepatnya) dengan menggunakan basis mesin yang sama dengan RC80. Motor jenis RC100 ini mengawali era “perang dingin” antara Suzuki bebek dan Yamaha bebek di Sirkuit Balap Ancol.

Pada tahun 1988, Suzuki memproduksi  RC100 Sprinter yang merupakan bebek bertipe ayam jago pertama di Indonesia. Perbaikan suspensi depan ni sangat mendongkrak karir Suzuki RC di dunia balap.

Pada era itu Suzuki RC100 (Sprinter) mampu bersaing melawan Yamaha Alfa (berkapasitas 102cc), dan boleh dibilang hasil akhirnya adalah imbang.

Namun demikian, pada era pasar senggol (selepas Sirkuit Ancol ditutup pada tahun 1992) kedua motor tersebut jarang sekali bertemu di arena balap di Jakarta (mungkin hanya pada acara Road Race yang diselenggarakan oleh Santana). Hal tersebut diakibatkan karena tiap pabrikan sibuk dengan OMR (One Make Race) masing-masing dan Suzuki sudah memiliki jenis type RC110 (Crystal) semenjak 1990.

Kelebihan yang dimiliki oleh Suzuki RC100 jika dibandingkan dengan Yamaha Alfa adalah: perpindahan gigi yang lebih halus jika dibandingkan dengan Yamaha Alfa, pengendalian dalam kota yang lebih fleksibel di dalam kota (gesit) dan suara mesin yang sangat halus. Kelemahan motor ini jika dibandingkan dengan Yamaha Alfa adalah: Konsumsi BBM dan oli samping yang lebih boros (kurang lebih 1:30 km/L), stabilitas pada kecepatan tinggi, model yang mulai ketinggalan jaman dan sistim pengereman yang sangat kurang memadai (walaupun keduanya sama – sama mengunakan type teromol).

Walaupun pada akhirnya model ini mengalami penurunan popularitas yang sangat mempengaruhi penjualannya, Suzuki tetap mempertahankan model RC100 ini hingga sekitar akhir tahun 2002. Model terakhirnya adalah RC Bravo. Dan sejarah mencatat model ini adalah model dari Generasi RC yang paling bertahan lama di pasaran dan bahkan merupakan motor bebek 2 tak yang paling lama dipasarkan di Indonesia.

Spesifikasi :

Spesifikasi Suzuki RC100 - Bravo